Selasa, 25 Juni 2013

Goals and Techniques for Teaching Speaking

The goal of teaching speaking skills is communicative efficiency. Learners should be able to make themselves understood, using their current proficiency to the fullest. They should try to avoid confusion in the message due to faulty pronunciation, grammar, or vocabulary, and to observe the social and cultural rules that apply in each communication situation.
To help students develop communicative efficiency in speaking, instructors can use a balanced activities approach that combines language input, structured output, and communicative output.
Language input comes in the form of teacher talk, listening activities, reading passages, and the language heard and read outside of class. It gives learners the material they need to begin producing language themselves.
Language input may be content oriented or form oriented.
  • Content-oriented input focuses on information, whether it is a simple weather report or an extended lecture on an academic topic. Content-oriented input may also include descriptions of learning strategies and examples of their use.
  • Form-oriented input focuses on ways of using the language: guidance from the teacher or another source on vocabulary, pronunciation, and grammar (linguistic competence); appropriate things to say in specific contexts (discourse competence); expectations for rate of speech, pause length, turn-taking, and other social aspects of language use (sociolinguistic competence); and explicit instruction in phrases to use to ask for clarification and repair miscommunication (strategic competence).
In the presentation part of a lesson, an instructor combines content-oriented and form-oriented input. The amount of input that is actually provided in the target language depends on students' listening proficiency and also on the situation. For students at lower levels, or in situations where a quick explanation on a grammar topic is needed, an explanation in English may be more appropriate than one in the target language.
For more on input, see Guidelines for Instruction.
Structured output focuses on correct form. In structured output, students may have options for responses, but all of the options require them to use the specific form or structure that the teacher has just introduced.
Structured output is designed to make learners comfortable producing specific language items recently introduced, sometimes in combination with previously learned items. Instructors often use structured output exercises as a transition between the presentation stage and the practice stage of a lesson plan. textbook exercises also often make good structured output practice activities.
In communicative output, the learners' main purpose is to complete a task, such as obtaining information, developing a travel plan, or creating a video. To complete the task, they may use the language that the instructor has just presented, but they also may draw on any other vocabulary, grammar, and communication strategies that they know. In communicative output activities, the criterion of success is whether the learner gets the message across. Accuracy is not a consideration unless the lack of it interferes with the message.
In everyday communication, spoken exchanges take place because there is some sort of information gap between the participants. Communicative output activities involve a similar real information gap. In order to complete the task, students must reduce or eliminate the information gap. In these activities, language is a tool, not an end in itself.
In a balanced activities approach, the teacher uses a variety of activities from these different categories of input and output. Learners at all proficiency levels, including beginners, benefit from this variety; it is more motivating, and it is also more likely to result in effective language learning.
9 Tehnik Mengajar Speaking (Technique for Teaching Speaking) Kalau melihat model pembelajaran Speaking, selama ini masih mengandalkan model menghapalkan dialog kemudian maju ke depan kelas untuk mempraktekannya. Kegiatan ini dilakukan biasanya karena guru ingin agar kegiatan belajar mengajar cepat selesai tanpa repot-repot, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam mengajar Speaking. Anggapan sementara, pembelajaran Speaking itu rumit dan butuh keberanian siswa untuk memproduksi ucapan. Inilah yang sering ditakutkan para guru. Mereka mengira Speaking itu butuh waktu lama dan sulit bagi siswa untuk mengadaptasinya. Okelah, mari kita telaah 9 tehnik mengajar Speaking berikut ini. Dengan tehnik-tehnik ini anggapan bahwa Speaking bagi siswa itu sulit, bisa dihilangkan. 1. Ask and Answer. Siswa diminta melakukan tanya jawab. Prosesnya, mintalah siswa mencatat beberapa pertanyaan interview kalau perlu dihapalkan. Kemudian bebaskan siswa bertanya kepada teman di kelasnya. Sesuaikan pertanyaan dengan tema. Misal tema Personal Identitiy, Shopping List, Map dan lain-lain. Untuk mengecek apakah siswa melakukan tugas tersebut, mintalah mereka membuat catatan yang harus dilaporkan kepada guru setelah proses pembelajaran berakhir. Guru hanya memonitor siswa dan memberikan waktu untuk siswa melakukan tanya jawab. 2. Describe and Draw. Siswa dibuat berpasangan. Siswa A mempunyai gambar yang tak diketahui oleh siswa B, begitu pula sebaliknya. Siswa A menerangkan gambar yang ia punyai dan siswa B menggambar sesuai keterangan siswa A. Setelah siswa A selesai, ganti siswa B menerangkan gambarnya. Mintalah mereka membandingkan gambarnya dan memberi nilai sesuai selera mereka. 3. Discussion. Tentukan sebuah topik dan mintalah siswa secara berkelompok mendiskusikan topik sesuai gambar. Tehnik ini cocok diterapkan bagi intermediate dan advance learners. 4. Guessing. Guru atau beberapa murid mempunyai sebuah informasi yang harus ditebak oleh siswa atau kelompok lain dengan menanyakan dalam Bahasa Inggris. 5. Rememberring Siswa menutup mata dan mengingat gambar misalnya benda di dalam kelas atau letak tempat-tempat. Tehnik ini efektif untuk mengasah daya ingat dan meminimalisir lupa terhadap kosakata. 6. Miming. Seorang siswa mempraktekkan mimik tertentu semisal perasaan, melakukan suatu kegiatan, dan lainnya. Sementara siswa yang lain menebak. 7. Ordering. Siswa diminta mengurutkan sesuatu dengan menanyakan dimana letaknya sampai menemukan tempat yang sesuai. 8. Completing a form/questionnaire. Siswa bertanya jawab, atau menyediakan informasi tertentu untuk menyempurnakan sebuah formulir atau kuis. Tehnik ini efektif diterapkan pada pelajaran berhubungan dengan identitas, semisal formulir lowongan kerja, pengisian paspor dan lainnya. 9. Role Play. Tehnik ini cocok untuk pembelajar yang telah mencapai level intermediate dan di atasnya. Siswa mempraktekkan sebuah situasi semisal di kantor polisi, pengadilan, drama, dan lain-lain. Siswa hanya diminta menggunakan ungkapan-ungkapan yang pernah dipelajari atau menggunakan bantuan kartu. Guru bertindak memberi arahan dan memonitoring kegiatan. Demikian 9 tehnik mengajar speaking yang bisa guru terapkan di dalam kelas. Semoga bermanfaat

Read more at: http://www.sekolahoke.com/2010/12/9-tehnik-mengajar-speaking-technique.html
Copyright Sekolahoke.com - Belajar Bahasa Inggris Online di sekolahoke.com yuk! Klik aja http://www.sekolahoke.com/ Under Common Share Alike Atribution
9 Tehnik Mengajar Speaking (Technique for Teaching Speaking) Kalau melihat model pembelajaran Speaking, selama ini masih mengandalkan model menghapalkan dialog kemudian maju ke depan kelas untuk mempraktekannya. Kegiatan ini dilakukan biasanya karena guru ingin agar kegiatan belajar mengajar cepat selesai tanpa repot-repot, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam mengajar Speaking. Anggapan sementara, pembelajaran Speaking itu rumit dan butuh keberanian siswa untuk memproduksi ucapan. Inilah yang sering ditakutkan para guru. Mereka mengira Speaking itu butuh waktu lama dan sulit bagi siswa untuk mengadaptasinya. Okelah, mari kita telaah 9 tehnik mengajar Speaking berikut ini. Dengan tehnik-tehnik ini anggapan bahwa Speaking bagi siswa itu sulit, bisa dihilangkan. 1. Ask and Answer. Siswa diminta melakukan tanya jawab. Prosesnya, mintalah siswa mencatat beberapa pertanyaan interview kalau perlu dihapalkan. Kemudian bebaskan siswa bertanya kepada teman di kelasnya. Sesuaikan pertanyaan dengan tema. Misal tema Personal Identitiy, Shopping List, Map dan lain-lain. Untuk mengecek apakah siswa melakukan tugas tersebut, mintalah mereka membuat catatan yang harus dilaporkan kepada guru setelah proses pembelajaran berakhir. Guru hanya memonitor siswa dan memberikan waktu untuk siswa melakukan tanya jawab. 2. Describe and Draw. Siswa dibuat berpasangan. Siswa A mempunyai gambar yang tak diketahui oleh siswa B, begitu pula sebaliknya. Siswa A menerangkan gambar yang ia punyai dan siswa B menggambar sesuai keterangan siswa A. Setelah siswa A selesai, ganti siswa B menerangkan gambarnya. Mintalah mereka membandingkan gambarnya dan memberi nilai sesuai selera mereka. 3. Discussion. Tentukan sebuah topik dan mintalah siswa secara berkelompok mendiskusikan topik sesuai gambar. Tehnik ini cocok diterapkan bagi intermediate dan advance learners. 4. Guessing. Guru atau beberapa murid mempunyai sebuah informasi yang harus ditebak oleh siswa atau kelompok lain dengan menanyakan dalam Bahasa Inggris. 5. Rememberring Siswa menutup mata dan mengingat gambar misalnya benda di dalam kelas atau letak tempat-tempat. Tehnik ini efektif untuk mengasah daya ingat dan meminimalisir lupa terhadap kosakata. 6. Miming. Seorang siswa mempraktekkan mimik tertentu semisal perasaan, melakukan suatu kegiatan, dan lainnya. Sementara siswa yang lain menebak. 7. Ordering. Siswa diminta mengurutkan sesuatu dengan menanyakan dimana letaknya sampai menemukan tempat yang sesuai. 8. Completing a form/questionnaire. Siswa bertanya jawab, atau menyediakan informasi tertentu untuk menyempurnakan sebuah formulir atau kuis. Tehnik ini efektif diterapkan pada pelajaran berhubungan dengan identitas, semisal formulir lowongan kerja, pengisian paspor dan lainnya. 9. Role Play. Tehnik ini cocok untuk pembelajar yang telah mencapai level intermediate dan di atasnya. Siswa mempraktekkan sebuah situasi semisal di kantor polisi, pengadilan, drama, dan lain-lain. Siswa hanya diminta menggunakan ungkapan-ungkapan yang pernah dipelajari atau menggunakan bantuan kartu. Guru bertindak memberi arahan dan memonitoring kegiatan. Demikian 9 tehnik mengajar speaking yang bisa guru terapkan di dalam kelas. Semoga bermanfaat.

Read more at: http://www.sekolahoke.com/2010/12/9-tehnik-mengajar-speaking-technique.html
Copyright Sekolahoke.com - Belajar Bahasa Inggris Online di sekolahoke.com yuk! Klik aja http://www.sekolahoke.com/ Under Common Share Alike Atribution
9 Tehnik Mengajar Speaking (Technique for Teaching Speaking) Kalau melihat model pembelajaran Speaking, selama ini masih mengandalkan model menghapalkan dialog kemudian maju ke depan kelas untuk mempraktekannya. Kegiatan ini dilakukan biasanya karena guru ingin agar kegiatan belajar mengajar cepat selesai tanpa repot-repot, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam mengajar Speaking. Anggapan sementara, pembelajaran Speaking itu rumit dan butuh keberanian siswa untuk memproduksi ucapan. Inilah yang sering ditakutkan para guru. Mereka mengira Speaking itu butuh waktu lama dan sulit bagi siswa untuk mengadaptasinya. Okelah, mari kita telaah 9 tehnik mengajar Speaking berikut ini. Dengan tehnik-tehnik ini anggapan bahwa Speaking bagi siswa itu sulit, bisa dihilangkan. 1. Ask and Answer. Siswa diminta melakukan tanya jawab. Prosesnya, mintalah siswa mencatat beberapa pertanyaan interview kalau perlu dihapalkan. Kemudian bebaskan siswa bertanya kepada teman di kelasnya. Sesuaikan pertanyaan dengan tema. Misal tema Personal Identitiy, Shopping List, Map dan lain-lain. Untuk mengecek apakah siswa melakukan tugas tersebut, mintalah mereka membuat catatan yang harus dilaporkan kepada guru setelah proses pembelajaran berakhir. Guru hanya memonitor siswa dan memberikan waktu untuk siswa melakukan tanya jawab. 2. Describe and Draw. Siswa dibuat berpasangan. Siswa A mempunyai gambar yang tak diketahui oleh siswa B, begitu pula sebaliknya. Siswa A menerangkan gambar yang ia punyai dan siswa B menggambar sesuai keterangan siswa A. Setelah siswa A selesai, ganti siswa B menerangkan gambarnya. Mintalah mereka membandingkan gambarnya dan memberi nilai sesuai selera mereka. 3. Discussion. Tentukan sebuah topik dan mintalah siswa secara berkelompok mendiskusikan topik sesuai gambar. Tehnik ini cocok diterapkan bagi intermediate dan advance learners. 4. Guessing. Guru atau beberapa murid mempunyai sebuah informasi yang harus ditebak oleh siswa atau kelompok lain dengan menanyakan dalam Bahasa Inggris. 5. Rememberring Siswa menutup mata dan mengingat gambar misalnya benda di dalam kelas atau letak tempat-tempat. Tehnik ini efektif untuk mengasah daya ingat dan meminimalisir lupa terhadap kosakata. 6. Miming. Seorang siswa mempraktekkan mimik tertentu semisal perasaan, melakukan suatu kegiatan, dan lainnya. Sementara siswa yang lain menebak. 7. Ordering. Siswa diminta mengurutkan sesuatu dengan menanyakan dimana letaknya sampai menemukan tempat yang sesuai. 8. Completing a form/questionnaire. Siswa bertanya jawab, atau menyediakan informasi tertentu untuk menyempurnakan sebuah formulir atau kuis. Tehnik ini efektif diterapkan pada pelajaran berhubungan dengan identitas, semisal formulir lowongan kerja, pengisian paspor dan lainnya. 9. Role Play. Tehnik ini cocok untuk pembelajar yang telah mencapai level intermediate dan di atasnya. Siswa mempraktekkan sebuah situasi semisal di kantor polisi, pengadilan, drama, dan lain-lain. Siswa hanya diminta menggunakan ungkapan-ungkapan yang pernah dipelajari atau menggunakan bantuan kartu. Guru bertindak memberi arahan dan memonitoring kegiatan. Demikian 9 tehnik mengajar speaking yang bisa guru terapkan di dalam kelas. Semoga bermanfaat.

Read more at: http://www.sekolahoke.com/2010/12/9-tehnik-mengajar-speaking-technique.html
Copyright Sekolahoke.com - Belajar Bahasa Inggris Online di sekolahoke.com yuk! Klik aja http://www.sekolahoke.com/ Under Common Share Alike Atribution
9 Tehnik Mengajar Speaking (Technique for Teaching Speaking) Kalau melihat model pembelajaran Speaking, selama ini masih mengandalkan model menghapalkan dialog kemudian maju ke depan kelas untuk mempraktekannya. Kegiatan ini dilakukan biasanya karena guru ingin agar kegiatan belajar mengajar cepat selesai tanpa repot-repot, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam mengajar Speaking. Anggapan sementara, pembelajaran Speaking itu rumit dan butuh keberanian siswa untuk memproduksi ucapan. Inilah yang sering ditakutkan para guru. Mereka mengira Speaking itu butuh waktu lama dan sulit bagi siswa untuk mengadaptasinya. Okelah, mari kita telaah 9 tehnik mengajar Speaking berikut ini. Dengan tehnik-tehnik ini anggapan bahwa Speaking bagi siswa itu sulit, bisa dihilangkan. 1. Ask and Answer. Siswa diminta melakukan tanya jawab. Prosesnya, mintalah siswa mencatat beberapa pertanyaan interview kalau perlu dihapalkan. Kemudian bebaskan siswa bertanya kepada teman di kelasnya. Sesuaikan pertanyaan dengan tema. Misal tema Personal Identitiy, Shopping List, Map dan lain-lain. Untuk mengecek apakah siswa melakukan tugas tersebut, mintalah mereka membuat catatan yang harus dilaporkan kepada guru setelah proses pembelajaran berakhir. Guru hanya memonitor siswa dan memberikan waktu untuk siswa melakukan tanya jawab. 2. Describe and Draw. Siswa dibuat berpasangan. Siswa A mempunyai gambar yang tak diketahui oleh siswa B, begitu pula sebaliknya. Siswa A menerangkan gambar yang ia punyai dan siswa B menggambar sesuai keterangan siswa A. Setelah siswa A selesai, ganti siswa B menerangkan gambarnya. Mintalah mereka membandingkan gambarnya dan memberi nilai sesuai selera mereka. 3. Discussion. Tentukan sebuah topik dan mintalah siswa secara berkelompok mendiskusikan topik sesuai gambar. Tehnik ini cocok diterapkan bagi intermediate dan advance learners. 4. Guessing. Guru atau beberapa murid mempunyai sebuah informasi yang harus ditebak oleh siswa atau kelompok lain dengan menanyakan dalam Bahasa Inggris. 5. Rememberring Siswa menutup mata dan mengingat gambar misalnya benda di dalam kelas atau letak tempat-tempat. Tehnik ini efektif untuk mengasah daya ingat dan meminimalisir lupa terhadap kosakata. 6. Miming. Seorang siswa mempraktekkan mimik tertentu semisal perasaan, melakukan suatu kegiatan, dan lainnya. Sementara siswa yang lain menebak. 7. Ordering. Siswa diminta mengurutkan sesuatu dengan menanyakan dimana letaknya sampai menemukan tempat yang sesuai. 8. Completing a form/questionnaire. Siswa bertanya jawab, atau menyediakan informasi tertentu untuk menyempurnakan sebuah formulir atau kuis. Tehnik ini efektif diterapkan pada pelajaran berhubungan dengan identitas, semisal formulir lowongan kerja, pengisian paspor dan lainnya. 9. Role Play. Tehnik ini cocok untuk pembelajar yang telah mencapai level intermediate dan di atasnya. Siswa mempraktekkan sebuah situasi semisal di kantor polisi, pengadilan, drama, dan lain-lain. Siswa hanya diminta menggunakan ungkapan-ungkapan yang pernah dipelajari atau menggunakan bantuan kartu. Guru bertindak memberi arahan dan memonitoring kegiatan. Demikian 9 tehnik mengajar speaking yang bisa guru terapkan di dalam kelas. Semoga bermanfaat.

Read more at: http://www.sekolahoke.com/2010/12/9-tehnik-mengajar-speaking-technique.html
Copyright Sekolahoke.com - Belajar Bahasa Inggris Online di sekolahoke.com yuk! Klik aja http://www.sekolahoke.com/ Under Common Share Alike Atribution
9 Tehnik Mengajar Speaking (Technique for Teaching Speaking) Kalau melihat model pembelajaran Speaking, selama ini masih mengandalkan model menghapalkan dialog kemudian maju ke depan kelas untuk mempraktekannya. Kegiatan ini dilakukan biasanya karena guru ingin agar kegiatan belajar mengajar cepat selesai tanpa repot-repot, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam mengajar Speaking. Anggapan sementara, pembelajaran Speaking itu rumit dan butuh keberanian siswa untuk memproduksi ucapan. Inilah yang sering ditakutkan para guru. Mereka mengira Speaking itu butuh waktu lama dan sulit bagi siswa untuk mengadaptasinya. Okelah, mari kita telaah 9 tehnik mengajar Speaking berikut ini. Dengan tehnik-tehnik ini anggapan bahwa Speaking bagi siswa itu sulit, bisa dihilangkan. 1. Ask and Answer. Siswa diminta melakukan tanya jawab. Prosesnya, mintalah siswa mencatat beberapa pertanyaan interview kalau perlu dihapalkan. Kemudian bebaskan siswa bertanya kepada teman di kelasnya. Sesuaikan pertanyaan dengan tema. Misal tema Personal Identitiy, Shopping List, Map dan lain-lain. Untuk mengecek apakah siswa melakukan tugas tersebut, mintalah mereka membuat catatan yang harus dilaporkan kepada guru setelah proses pembelajaran berakhir. Guru hanya memonitor siswa dan memberikan waktu untuk siswa melakukan tanya jawab. 2. Describe and Draw. Siswa dibuat berpasangan. Siswa A mempunyai gambar yang tak diketahui oleh siswa B, begitu pula sebaliknya. Siswa A menerangkan gambar yang ia punyai dan siswa B menggambar sesuai keterangan siswa A. Setelah siswa A selesai, ganti siswa B menerangkan gambarnya. Mintalah mereka membandingkan gambarnya dan memberi nilai sesuai selera mereka. 3. Discussion. Tentukan sebuah topik dan mintalah siswa secara berkelompok mendiskusikan topik sesuai gambar. Tehnik ini cocok diterapkan bagi intermediate dan advance learners. 4. Guessing. Guru atau beberapa murid mempunyai sebuah informasi yang harus ditebak oleh siswa atau kelompok lain dengan menanyakan dalam Bahasa Inggris. 5. Rememberring Siswa menutup mata dan mengingat gambar misalnya benda di dalam kelas atau letak tempat-tempat. Tehnik ini efektif untuk mengasah daya ingat dan meminimalisir lupa terhadap kosakata. 6. Miming. Seorang siswa mempraktekkan mimik tertentu semisal perasaan, melakukan suatu kegiatan, dan lainnya. Sementara siswa yang lain menebak. 7. Ordering. Siswa diminta mengurutkan sesuatu dengan menanyakan dimana letaknya sampai menemukan tempat yang sesuai. 8. Completing a form/questionnaire. Siswa bertanya jawab, atau menyediakan informasi tertentu untuk menyempurnakan sebuah formulir atau kuis. Tehnik ini efektif diterapkan pada pelajaran berhubungan dengan identitas, semisal formulir lowongan kerja, pengisian paspor dan lainnya. 9. Role Play. Tehnik ini cocok untuk pembelajar yang telah mencapai level intermediate dan di atasnya. Siswa mempraktekkan sebuah situasi semisal di kantor polisi, pengadilan, drama, dan lain-lain. Siswa hanya diminta menggunakan ungkapan-ungkapan yang pernah dipelajari atau menggunakan bantuan kartu. Guru bertindak memberi arahan dan memonitoring kegiatan. Demikian 9 tehnik mengajar speaking yang bisa guru terapkan di dalam kelas. Semoga bermanfaat.

Read more at: http://www.sekolahoke.com/2010/12/9-tehnik-mengajar-speaking-technique.html
Copyright Sekolahoke.com - Belajar Bahasa Inggris Online di sekolahoke.com yuk! Klik aja http://www.sekolahoke.com/ Under Common Share Alike Atribution

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar